Home »



NESTAN EDUCATION

 

 

AGENDA KEGIATAN SEKOLAH

Penerimaan Peserta Didik Baru
Masa Orientasi Peserta Didik
Penilaian Tengah Semester 1
Sidang Laporan Prakerin Kelas 12
Penilaian Akhir Semester 1
Prakerin kelas 11
Penilaian Tengah Semester 2
Uji Kompetensi Keahlian
Penilaian Akhir Semester 2
USBN
UNBK

MARS SMKN 1 TANGSEL

HYMNE SMKN 1 TANGSEL

PPDB 2023/2024

KALENDER

January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

ARSIP

LOKASI SEKOLAH

Siswa Diajar Ciptakan Batik Khas Banten

Picture2Hartinie, Guru Seni Budaya SMK Negeri 1 Tangsel
Siswa Diajar Ciptakan Batik Khas Banten

SERPONG – Batik merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki Indonesia dan sudah diakui dunia. Namun apakah semua orang bisa membuat batik? Rupanya, hanya segelintir masyarakat saja bisa membuat batik.

Maka dari itu, SMK Negeri 1 Tangerang Selatan mulai sejak tahun 2015 lalu, sudah mulai mensosialisasikan budaya membatik lewat pelajaran seni budaya. Aktor dibalik sosialisasi batik itu yakni Hartinie, guru muatan lokal seni budaya yang sudah mengajar selama empat tahun di sekolah tersebut.

Hartinie merupakan lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan jurusan seni rupa. Maka tak ayal, bagi para siswa SMK Negeri 1 Tangsel sejak semester tahun lalu sudah mahir dalam membuat pola batik, khusunya batik Banten.

“Siswa mulai mahir dalam membuat pola batik dan juga teknik untuk membatik sudah lumayan mahir. Hasilnya juga sudah baik, apalagi dengan konsep batik Banten dengan ciri khasnya artefak dan mempunyai warna kalem,” ujar Hartinie saat dijumpai Tangsel Pos, kemarin.

Hartinie yang mempunyai basik membatik sejak masih duduk dibangku kuliah, pada beberapa bulan lalu mengikuti bimtek (Bimbingan Teknis) di Banten. Tinie-sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan mengikuti bimtek tersebut semua perlengkapan membatik di SMK Negeri 1 Tangsel diberikan oleh Provinsi Banten.

“Waktu itu ada bimtek di Banten, jadi ya Alhamdulillah semua perlengkapan membantik dari Provinsi Banten. Tak hanya batik, kesenian Banten yakni Rampak Bedug pun diberikan oleh provinsi agar siswa lebih bisa mempelajari kesenian banten,” paparnya.
Ibu dua anak ini mengaku bahwa keinginananya suatu saat nanti, batik hasil buatan siswa bisa dijadikan mereka sebagai bekal untuk berwirausaha. “Saya juga berharap bahwa nantinya hasil batik siswa bisa dipamerkan di sekolah,” imbuhnya.

Tinie juga ingin kedepannya batik Banten terus berkembang dan juga seluruh pelajar bisa mengenal batik Banten, tak hanya mengenal tetapi ahli dalam membuat batik Banten.

“Saya juga ingin pelajaran membatik terus berkembang dan bisa menjadikan bekal mereka untuk berwirausaha dibidang batik,” tutup Hartinie. (lan)

Sumber : Tangselpos


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *