Inilah salah satu bukti keunggulan siswa SMK jika dibandingkan dengan siswa SMA. Tidak melulu belajar teori dikelas, siswa SMK juga diajarkan untuk menjadi seorang enterpreneur yang handal. Melalui pelajaran kewirausahaan yang sudah mereka dapat sejak kelas X, siswa diajarkan untuk berwirausaha mulai dari membuat proposal produk, merancang dan membuat produk sampai dengan memasarkan produk hasil karyanya. Lampu hias Nanas, Miniatur Vespa, dan Vas Bunga, adalah contoh dari sederet hasil karya anak SMKN 1 kelas XII yang memproduksi barang berdaya jual tinggi berbahan baku dari barang bekas.
Setelah hampir 3 tahun mereka mendapat pelajaran KWU, sebutan khusus untuk kewirausahaan, kini tiba waktunya mereka menjalankan Ujian Praktik (Uprak) Kewirausahaan. Dibawah bimbingan guru KWU, Ratih Mawarti, RA. Silviana, dan Aryo Suseno, 355 siswa kelas XII melaksanakam Uprak KWU pada hari senin kemarin 7 Maret 2016. Di SMKN 1, Uprak KWU termasuk kedalam rangkaian kegiatan yang wajib di lalui siswa kelas XII menjelang Ujian Nasional.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana tema sudah ditentukan sekolah, untuk Uprak KWU tahun ini, siswa dibebaskan untuk mengembangkan ide dalam berwirausaha. Mereka dibagi perkelompok dengan jumlah 4-5 orang, satu minggu sebelumnya mereka diminta untuk membuat proposal Wirausaha dengan bahan baku barang bekas. Setelah proposal diterima dan disetujui oleh Penguji, barulah mereka melakukan rangkaian kegiatan menjadi seorang enterpreneur mulai menyiapkan bahan baku dari barang bekas, memproduksi barang, dan terakhir memasarkan produk.
Kepala sekolah, H. Idris, menyebutkan bahwa Ujian Praktik Kewirausahaan bagi kelas XII harus terus dilaksanakan setiap tahun, selain karena menjadi ciri khas SMK, ujian tersebut dapat mendorong semangat dan menguatkan mental siswa untuk berwirausaha selepas lulus SMK nanti. Selain itu uprak KWU juga bertujuan untuk menyiapkan lulusan SMKN 1 siap bersaing dengan tenaga kerja asing dalam menghadapi MEA, sambungnya.
Lebih jauh, kepala sekolah menyampaikan bahwa Ujian Praktik Kewirausahaan diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran khususnya diwilayah Tangerang Selatan, Karena berwirausaha merupakan lapangan pekerjaan yang unlimitedĀ jumlahnya dan bisa dilakukan oleh siapa saja.
Hal ini juga sejalan dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2011 lalu, yakni Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). GKN adalah program pemerintah yang menitikberatkan pada peningkatan individu warga Indonesia untuk mandiri, kreatif dan inovatif sehingga prosentase masyarakat berwirausaha dapat meningkat yang selama ini hanya 0,5 % dapat mencapai 1 % atau 2 % dari total jumlah penduduk.
Ratih mawarti, koordinator penguji menyampaikan bahwa banyak sekali hasil karya siswa yang bagus dan bernilai jual tinggi, contohnya adalah vas bunga yang cantik hasil karya siswa kelas XII TM 1. Vas bunga tersebut di buat dari bahan baku pipa paralon bekas yang sudah tidak terpakai. M. Imron, salah satu anggota kelompok yang membuat vas bunga merasa bangga dengan hasil karya kelompoknya karena mendapatkan nilai baik dari penguji. (humas/8.3.2016)
















































