Tidak banyak dari orang tua yang memahami bahwa guru hanyalah sebagai fasilitator, pembimbing, dan orang tua kedua di sekolah. Padahal sebenarnya orang tualah yang hakikatnya memiliki peran utama dalam pendidikan. Tetapi Orang tua justru menyerahkan sepenuhnya segala macam pendidikan baik intelektual, spiritual, juga keterampilan pada guru disekolah. Oleh karena itu peranan orang tua siswa sebagai patner guru dalam mendidik anak-anak sangat diperlukan dan tidak bisa dipisahkan.
Untuk mengubah presepsi tersebut maka penting sekali sekolah menyelenggarakan pertemuan bersama orang tua wali murid. Bertempat di ruang Aula SMK Negeri 1 Tangerang Selatan, Sabtu 7 Nopember 2015 telah diselenggarakan rapat orang tua siswa kelas XII dan siswa kelas X bersama dengan guru dan kepala sekolah.
Dalam rapat ini, selain dibuat kesepahaman dalam mendidik anak-anak juga dijabarkan kegiatan-kegiatan sekolah yang akan diselenggarakan sekolah dalam satu tahun pelajaran kedepan, sehingga orang tua mengetahui semua program sekolah. Khusus kelas XII rapat berfokus pada persiapan siswa dalam mengikuti Ujian Nasional dan Perpisahan. Mengingat untuk tahun 2016 SMK Negeri 1 Akan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan untuk rapat orang tua kelas X berfokus pada pembahasan kegiatan Observasi Praktek Lapangan atau biasa dikenal dengan OPL.
Rapat dipimpin langsung oleh kepala sekolah, H. Idris, S.Pd, M.Si, didampingi wakil kurikulum, Dra. Surnamah, M.M.Pd, Wakil Kesiswaan, Dra. Linda Karyati, M.Pd, Wakil Humas/Hubin, Arif Prio Wibowo, M.Pd, dan WMM, Drs. Solis Jumika, M.Pd. Rapat dibagi ke delam 4 sesi. Sesi pertama adalah orang tua siswa kelas XII jurusan Akuntansi dan Patiseri, Sesi kedua orang tua siswa kelas XII jurusan Teknik Listrik, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin, sesi ketiga orang tua siswa kelas X jurusan Teknik Listrik, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin, dan sesi keempat orang tua siswa kelas X jurusan Akuntansi dan Patiseri.
Dalam rapat ini Orang tua juga bisa meminta informasi tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dari segi manfaatnya bagi pendidikan anak-anak. Dengan demikian guru dan orang tua dapat bersinergi dan mengembangkan komunikasi horizontal bersifat kekeluargaan dalam mendidik anak-anak. Apa yang dilakukan siswa disekolah perlu diketahui orang tua. Dan begitu juga sebaiknya, lingkungan keluarga siswa perlu diketahui guru untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang bisa muncul dalam perjalanan pendidikan nantinya. (humas/16.nopember.2015)
























