SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1443 H. Acara ini di ikuti oleh seluruh keluarga besar SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan di ruang Aula SMK Negeri 1 Kota Tangerang selatan pada hari Selasa, 19 Oktober 2021.

Acara dimulai sekitar pukul 08.30 WIB, dibuka dengan Penampilan, dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, dan dilanjut dengan Sambutan Ketua Pelaksana dan Kepala Sekolah. Adapun yang memberikan Hikmah Peringatan Nabi Muhammad SAW yaitu Ustadz Khomarudin Awam, M.A yang dalam ceramahnya menyampaikan tentang Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai Bekal Pribadi Yang Unggul di Era Pandemi. Di lanjut dengan pengumuman pemenang lomba yang sudah di laksanakan di hari Jum’at, 15 Oktober 2021. Adapun nama-nama hasil lomba sebagai berikut :

Juara Lomba Adzan
- Juara 1 : Khuwailid 10 TM 1
- Juara 2 : Oveliru Al Bari 11 TL 2
- Juara 3 : Muhammad Riyan 11 TL 1
Juara Lomba Tilawah
- Juara 1 : Chairunnisa XI Ak 1
- Juara 2 : Muhammad Putra p XI Tl 2
- Juara 3 : Fadia Fatin Nisa X ak 1
Juara lomba kaligrafi
- juara 1 : Khoirunnisa Al Fitriyani Basalwa X AK1
- juara 2 : Jovan Satria Nugraha X TM 1
- juara 3 : Arya rajasa p. X TE 1
Hikmah memperngati Maulid adalah membuka kembali sejarah Rasulullah dan mengingatkan kembali nilai-nilai keteladanannya. Dimana Rasulullah SAW adalah pembawa pelita, dan beliau yang telah pergi 15 abad yang lalu, namun dengan membuka lembaran kisah beliau, ibarat mendekatkan cahaya pelita obor yang dibawa Rasulullah SAW, agar kita sebagai umatnya bisa mengikuti cahayanya dimanapun dan kapanpun, termasuk generasi penerus kita saat ini.

Pendidikan Islam yang secara langsung berperanan mendidik dan membentuk individu muslim yang berakhlak dan beriman sentiasa mengalami perubahan dalam kebaikan dan meningkatkan pendidikan akhlak dan moral pelajar. Walaupun begitu, pendidikan akhlak dan moral yang dilaksanakan perlu dikaitkan khususnya dengan nilai Islam. Tanpa dilandasi dengan ini, insan yang bakal dilahirkan pasti tidak mempunyai kekuatan rohani dan mudah dihanyutkan oleh arus modernisasi yang bertolak belakang dengan prinsip Islam.
Mereka akan mudah putus asa apabila berhadapan dengan sesuatu konflik dan masalah kerana tidak dilandasi agama yang memberi keyakinan tentang kekuasaan Allah SWT. Selain itu, pendidikan akhlak perlu menekankan kepada aspek penghayatan pelajar bukan hanya mementingkan aspek kognitif saja. Justru itu, suatu langkah yang lebih perlu difikirkan dan diambil dari segi akhlak dan moral.



