LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS) DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS DAN KREATIVITAS SISWA

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) merupakan kegiatan yang penting dalam upaya mengenal, memahami, dan mengelola Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Pembinaan bagi siswa-siswi calon pengurus osis mutlak perlu dilakukan dalam rangka proses regenerasi dalam OSIS, selain pembinaan terhadap kemampuan interaksi kerja sama tim antar calon-calon pengurus OSIS. Tahun 2023/2024 ini LDKS OSIS SMKN 1 Kota Tangerang Selatan pada kali ini dengan,
Tema : Membentuk pribadi kepemimpinan yang berkarakter, yang berintegritas , kritis dan berwawasan kebangsaan.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah :
- Memperluas jaringan pertemanan antar siswa dan meningkatkan rasa solidaritas.
- Memberikan dasar dasar latihan kepemimpinan
- Mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan
- Melaksanakan program kerja tahunan
Pelaksanaan kegiatan LDKS ini diawali dengan PRA – LDKS yang dilaksanakan
Hari dan Tanggal : Sabtu, 14 Oktober 2023
Pukul : 06.00 s/d Selesai
Tempat : SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan


Sedangkan kegiatan LDK dilaksanakan selama 2 hari , yaitu
Hari dan Tanggal : 21 s/d 22 Oktober 2023
Pukul : 06.00 s/d Selesai
Tempat : Green Village Serua Depok
Kegiatan LDKS merupakan program tahunan kesiswaan dan OSIS. Kegiatan ini di buka oleh kepala sekolah SMKN 1 Kota Tangerang Selatan yaitu Bapak Abdul Marta Nurdin S.ST., M.Pd dan dihadiri oleh sejumlah guru pendamping. Pada sambutannya bapak Kepsek memberikan pengalaman beliau masa-masa seusia sekolah yang harus aktif dalam berorgaisasi kelak maanfaatnya akan terasa disaat sudah terjun didunia kerja atau masyarakat nantinya. Dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 48 peserta dan 14 orang panitia OSIS. Sedangkan pematerinya berasal dari guru guru yang sesuai dengan bidangnya serta kakak kakak alumni yang memberikan motivasi dan teladan terhadap adik-adik OSISnya.
Materi -materi yang di berikan dalam rangka membentuk karakter kepempinan yang adaptif dan kreatif. Serta membangun Kerjasama, kolaborasi dan kekompakan dalam suatu team
Jenis kegiatan selama LDK terdiri dari Apel Pembukaan, PBB, Materi Kepemimpinan, Games dan Quiz, Debating, Pembuatan Proposal Kegiatan, Presentasi Kelompok, Video Dokumenter, Outbond, Pengumuman, dan Apel Penutup,






Dengan diadakan kegiatan LDKS ini diharapkan mampu melahirkan bibit -bibit pemimpin yang berkualitas yang tidak hanya bisa memipin organisasi tingkat OSIS namun kelak bisa tampil di Masyarakat dan kepemimpinan dunia yang adaptif dan responsif.
PROGRAM BUDAYA POSITIF
Filosofi Ki Hajar Dewantara (KHD) yang mendasari penerapan kurikulum merdeka merupakan Azazi Pedidikan Manusia Seutuhnya. Dengan pembelajaran yang menyenangkan dan berfokus pada potensi yang dimiliki murid dapat menjadi tahap awal guru dalam mendesain pembelalaran dikelas dan sekolah dalam membentuk ekosistem yang baik dan nyaman sehingga murid-murid baik dikelas maupun dilingkungan sekolah dapat tergali potensi diri, minat dan bakatnya secara konfrehensif.
Sehingga apabila kondisi senang dan nyaman diatas terus terjaga dalam suatu ekosistem sekolah baik terhadap siswa, guru, dan seluruh warga sekolah, maka pendidikan disekolah tersebut mampu menangkal budaya-budaya negatif baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar.
Penerapan budaya positif yang bersumber dari filosofi KHD mampu memberikan pengaruh yang kuat kepada internal sehingga akan membentuk karakter positif, berbudi pekerti dan berakhlak mulia. Dan harapan terwujudnya Pelajar Profil Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia tercapai.
Dalam menanamkan budaya positif di SMK Negeri 1 Tangerang selatan dilakukan dengan aksi nyata yang kolaboratif melibatkan seluruh warga sekolah. Dan sejak tahun 2021 sudah menerapkan kurikulum merdeka seiring dengan memperolehnya bantuan program SMK Pusat Keunggulan (PK) dan didukung dengan adanya 5 (lima) guru penggerak angkatan 6 yang ada dalam membantu memperkuat konsep program budaya positif disekolah.
Hasil kolabaratif tersebut menghasilkan suatu program unggulan yang akan diterapkan mulai tahun pelajaran 2023/2024. Program Budaya Positif “KiBBaSS” singkatan dari “Kita Bisa Batasi Sampah Sekolah”, yang telah disosialisasi kepada seluruh warga sekolah pada satu semester sebelumya, yaitu semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Program Budaya Positif “KiBBaSS” ini terbagi atas 5 kegiatan ;
- LiSA ; lihat sampah ambil, kegiatan ini memang sederhana namun berat dilakukan, budaya positif ini harus rutin dilakukan oleh seluruh warga sekolah agar menjadi karakter shg kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah bisa terwujud. Dan berharap karakter tersebut dapat diterapkan dlm kehidupan sehari baik disekolah maupun diluar sekolah.
- Gelang Raber ; gerakan pulang rapih bersih, budaya positif inj dilakukan baik oleh siswa maupun guru dan karyawan, sebelum pulang. Untuk siswa dibuat jadwal piket untuk merapihkan dan membersihkan kelasnya masing masing setelah kbm selesai, mematikan kipas angin atau lampu, dan peralatan listrik lainnya, dan mengunci pintu kelasnya sebelum meninggalkan kelas/sekolah sehingga kebersihan dan kerapihan terjaga dan besok pagi hari berikutnya keadaan kelas nyaman dan siap untuk belajar kembali.
- Mewah Prima, membawa wadah pribadi masing-masing, wadah tersebut berupa tempat makan dan botol air minum, Kegiatan ini dilakukan untk membatasi atau mengurangi sebaran sampah terutama sampah plastik dan kertas di lingkungan sekolah, selain juga untuk sarapan pagi dapat juga digunakan untuk makan siangnya. Baik siswa, guru, karyawan dapat menggunakan wadah pribadi tersebut untuk jajan atau membeli makanan atau minuman dari kantin. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah keluarnya bakal sampah yang dibawa keluar dari kantin.
- Ngariyung, atau makan bersama, kegiatan ini dapat dilakukan saat istirahat makan siang bersama teman-teman sekelasnya bersama walikelas atau guru lainnya, hal ini diperlukan untuk menambah keakraban dan kekompakan kelas. Menambah ikatan batin dan kebersamaan yg lebih mendalam. Masing-masing pastinya membawa makanan dan minuman dalam wadahnya dng variasi menu yang beraneka sehingga bisa saling berbagi satu dengan lainnya. Suasana kekeluargaan terasa saat itu.
- Be-eS ; atau Bank Sampah, program memberdayakan sampah plastik kertas, atau lainnya untuk dikelola, pilah dan pilih shg dapat memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kreatifitas karya dari sampah.
Saat ini program KiBBaSS masih terus disosialisasikan dan penerapan bertahap sambil memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah sekaligus melakukan kegiatan evaluasi agar pada waktunya nanti program ini berjalan dengan lancar dan efektif. Kegiatan sosialisasi dilakun dengan berbagai cara termasuk diantaranya membuat poster-poster yang melibatkan murid, dan juga video-video pendek akan yang kami sebar ke youtube, facebook, Instagram, dan tiktok.
Diharapkan dengan penerapan budaya positif disekolah, dapat juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dirumah dan lingkungan masyarakat. Marilah kita banyak melakukan kebaikan demi masa depan generasi bangsa kita untuk Indonesia jaya. (A. Marta Nurdin S., S.T., M.Pd.)

YANG HARUS DIPAHAMI KETIKA MEMILIH SMK!
- INI ADALAH SMK maka daftarlah sesuai minat dan bakat kamu.
- INI ADALAH SMK maka pilihlah jurusan sesuai dengan kompetensi diri kamu.
- Jangan daftar karena pengaruh orang lain, jangan karena orang tua, teman,pacar, apalagi oknum yang tidak bertanggungjawab. Tapi daftar karena masa depan diri sendiri.
- Jika gagal disini bisa ke sekolah swasta yang sesuai dengan jurusan yang kamu pilih, masa depan kamu bukan hanya di sekolah ini.
- Jurusan di sini ada Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Listrik, Kuliner, dan Akuntansi.
- Jika tidak ada yang sesuai dengan bakat kamu, jangan dipaksakan.
- Jangan punya prinsip “Yang Penting Sekolah Negeri” tapi masa depanmu tidak jelas.
- Jangan sampai menyesal kemudian

SEMARAKKAN MERDEKA BELAJAR MELALUI KEGIATAN P5 BANGUNLAH JIWA DAN RAGANYA

Berangkat dari tujuan pendidikan berdasarkan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu untuk menuntun segala kodrat yang ada pada diri anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Kurikulum Merdeka dengan program Merdeka Belajar sebanyak 24 episode. Program ini semakin mendekatkan pendidikan pada cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara yang sangat menjunjung tinggi bakat dan minat anak dalam belajar sehingga mereka memiliki kemerdekaan dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan mencapai kebagaiaan serta kesejahteraan sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat.
SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah kejuruan mendukung penuh program Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kemendibudristek, salah satunya melalui kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang menjadi bagian dari Kurikulum Merdeka yang mulai di terapkan pada siswa kelas 10 (sepuluh) tahun ini dan menjadi salah satu program merdeka belajar favorit.
Kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) pada pekan ini berlangsung dengan sangat meriah dan berdampak positif pada murid. Kegiatan ini sejalan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara dimana tugas guru diibaratkan sebagai PETANI yanng harus mempersiapkan lahan, menyemai bibit, menanam, merawat, memupuk hingga memanen. Konsep PETANI ini kami implementasikan dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka terutama dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Bangunlah Jiwa dan Raganya.

Konsep PETANI dari Ki Hajar Dewantara ini di terapkan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan-kegiatan berikut :
- Merancang dan merumuskan program P5 dengan tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, mulai dari mempersiapkan materi “Anti Bulliying/Perundungan” untuk membangaun kesehatan mental/jiwa murid, bersinergi dengan KODIKLAT TNI untuk melatih fisik murid dalam upaya membangun Raga yang sehat para murid, melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dengan diferensiasi produk seperrti projek Poster, Drama, Tarian, Lagu, Puisi sesuai minat dan bakat murid dalam rangka membangun jiwa positif dan kreatifitas pada murid hingga kegiatan Puncak Tema P5 sebagai perwujudan tanggung jawab moral pelaksanaaan P5 dengan cara menunjukkan kepada khalayak seluruh hasil pembelajaran dan usaha-usaha yang telah dipersiapkan sejak awal pembelajaran serta melatih murid untuk berinovasi dan berani tampil menunjukan potensi yang dimilikinya. Kegiatan ini dapat dibaratkan sebagai upaya mempersiapkan lahan.
- Selama kurang lebih satu minggu, murid-murid menerima materi tentang “Anti Bullying/Perundungan” yang di sampaikan oleh guru melalui berbagai metode belajar yang menyenangkan seperti melalui permainan-permainan, menonton film bersama hingga latihan fisik yang dilakukan di awal kegiatan P5 bersinergi langsung dengan KODIKLAT TNI. Kegiatan ini ternyata memberikan dampak yang positif kepada murid sehungga mereka terbiasa untuk memiliki sikap disiplin dan kesadaran untuk berempati kepada murid lainnya sehinga tindakan perundungan/bullying tidak lagi sering terjadi di sekolah. Dalam kegiatan kedua ini guru diibaratkan sedang menyemai bibit dan menanam.
- Kegiatan yang tidak kalah penting dalam kegiatan P5 ini yaitu Pembelajaran berbasis projek, dimana murid berkolaborasi dalam membuat diferensiasi produk seperti membuat poster, drama, tarian, lagu hingga musikalisasi puisi dengan tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya”. Kegiatan ini tentunya membangun kreatifitas murid sehingga memunculkan ide-ide atau gagasan yang inovatif sesuai dengan minat dan bakat murid melalui pendampingan serta bimbingan dari para guru terutama wali kelas. Sesuai filosofi Ki hajar Dewantara, dalam kegiatan ketiga ini guru dapat diibaratkan sedang merawat dan memupuk.
- Puncak dari kegiatan P5 dengan tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya” yaitu kegiatan Puncak Tema “Nestan Got Tallent”. Dalam kegiatan ini para murid menampilkan hasil belajar mereka selama pekan P5 berlangsung, seperti hasil karya berupa poster, batik, komik dll. yang di tampilkan dalam pameran P5. Penampilan murid dalam bentuk drama, paduan suara, musikalisasi puisi, akustik dll. ditampilkan dalam acara “Nestan Got Tallent”. Selain itu ada juga materi tentang “Anti Bullying/Perundungan” yang disampaikan oleh ibu Hartina Hajar, SKM., M.Kes. dari DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Tangerang Selatan. Kegiatan Puncak Tema P5 juga dihadiri oleh Pengawas SMK Kota Tangerang Selatan Bapak Ayat Sudrajat, M.Pd. dan Ketua Komite SMK Negeri 1 Tangerang Selatan yaitu Bapak Djamaludin Abdul R, S.Pd., MA. Kegiatan diakhiri dengan pemilihan putra/putri agen perubahan anti perundungan dan penandatangan benner sebagai deklarasi sekolah ramah anak anti perundungan. Kegiatan Puncak tema P5 ini diibaratkan sebagai masa panen, dimana seluruh murid menunjukan potensi dan bakat yang dimilikinya.

Kegiatan Semarakan Merdeka Belajar melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini, memberikan dampak yang positif kepada seluruh warga sekolah terutama kepada murid-murid dimana mereka mampu menculkan potensi dan bakat yang selama ini masih terpendam. Selain itu kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri, rasa empati serta kedisiplinan melalui kegiatan belajar yang menyenangkan sehingga mampu mendorong murid mencapai kesejahteraan dan kebahagian setingi-tingginya serta mampu menyesuaikan diri sebagai pribadi dan anggota masyarakat. (Humas)

GELAR KARYA P5 (PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA) TEMA KEBEKERJAAN DI SMK NEGERI 1 KOTA TANGERANG SELATAN BERLANGSUNG MERIAH

SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan, pada tahun ini mulai menerapkan Kurikulum Merdeka pada siswa kelas 10. Sebagai salah satu implementasi dari Kurikulum Merdeka sekolah memiliki kewajiban untuk melaksanakan Proyek Penguatan Pelajar Pancasila (P5) yang telah diluncurkan oleh Kemendikbudristek. Adapun tema proyek yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan pada tahun ajaran 2022/2023 yaitu Bhineka Tunggal Ika, Kebekerjaan dan Bangun Jiwa dan Raganya.





