Layaknya kapten penerbang, Kepala SMKN 1 Tangsel, H. Idris, S.Pd, M.Si menjajal kokpit pesawat terbang Boeing 737. Hal tersebut dilakukan pada saat Kunjungan (Study Banding) ke SMK Negeri 29 Jakarta, dahulu dikenal dengan STM Penerbangan Jakarta (kamis, 29 Oktober 2015). Kunjungan sekolah ke SMKN 29 Jakarta ini merupakan rangkaian kegiatan dari Bimtek dan Pendampingan SMK untuk menjadi SMK Rujukan tahun 2015, untuk kelas C.
Rombongan berangkat dari PPPPTK Bispar tepat pukul 08.00 menuju SMKN 29 Jakarta. Tiba di SMKN 29 Jakarta jam 10.30, rombongan disambut langsung oleh kepala sekolah, Drs. Tikno Subadi, diruang Aula. SMKN 29 Jakarta yang memiliki luas lahan lebih dari 2 hektar ini memiliki 4 jurusan yakni: Airframe Powerplane (AP); Electrical Avionic; Teknik Elektronika Industri; Teknik Pendingin dan Tata Udara, dengan total siswa keseluruhan 837 siswa.
Paparan mengenai profil SMKN 29 Jakarta disampaikan langsung oleh kepala sekolah, yang kala itu didampingi seluruh jajaran wakasek dan ketua jurusan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah melakukan sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan tinjauan berbagai lokasi SMKN 29 Jakarta seperti, ruang belajar, bengkel, perpustakaan, dan tinjauan diakhiri di Hanggar sekolah.
Hanggar milik SMKN 29 Jakarta itu memang terlihat cukup megah dan cukup lengkap untuk tingkat sekolah menengah. SMKN 29 Jakarta merupakan satu-satunya SMK Penerbangan se-Indonesia yang memiliki Hanggar Pesawat terbang. Didalmnya terdapat berbagai macam jenis pesawat terbang dan mesin Jet. Dan yang paling menarik adalah Pesawat Boeing 737 hibah dari PT. Garuda Indonesia. Kepala SMKN 1 Tangsel tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan mencoba kokpit pesawat tersebut, pesawat terbesar di hanggar ini.
Selain Boeing 737, SMKN 29 Jakarta juga patut berbangga dengan pesawat 4 awak yang diberi nama Jabiru PK-SMT. Jabiru adalah pesawat latih hasil karya siswa SMKN 29 Jakarta. Polesan tangan-tangan terampil remaja belasan tahun dari SMKN 29 Jakarta ternyata mampu membuat pesawat hasil rakitan mereka, dan Jabirupun dapat terbang bebas dilapangan terbang Pondok Cabe, Tangerang Selatan, 3 tahun lalu. (humas/02.11.15)


























