Irine Budi Habsari, Guru SMK Negeri 1 Tangsel
Sumber: Tangsel Pos Edisi Selasa, 8 September 2015, Halaman 2.
Bergelut sebagai seorang wartawan Di Majalah Koki Selama 11 tahun lamanya, Bener –bener membuat sosok satu ini kenyang pengalaman. Dengan ilmu yang didapat selama bertahun- tahun itu, dia pun ingin menularkan kepada generasi muda bangsa ini. Caranya, dengan mengajarkan mereka ilmu yang didapat.
Irine Budi habsari , demikian nama perempuan bersahaja ini. Saat ini dia didapuk sebagai guru Tataboga (Patiseri) di SMK Negeri 1 Kota Tangsel.”saya ingin membagikan ilmu kepada masyarakat dan juga siswa-siswi yang saya ajar, “ungkapnya.
Bagi perempuan kelahiran 15 Juli 1979 ini, sisiwa –siswi yang diajarnya kelak jika lulus harus bisa menjadi pengusaha dibidang kuliner. Ibu dua orang anak cukup optimis para siswanya memiliki kesempatan menjadi pengusaha. “Nantinya mereka bisa membuat usaha sendiri dan juga memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain, harapannya.
Selain mengajar di SMKN 1 Tangsel , Irine masih memiliki satu impian lain. Membuka Cooking Kids, sebuah tempat belajar memasak usia dini. Irine akan memberikan ilmu-ilmunya kepada anak- anak yang masih duduk dibangku TK, tepatnya di Yayasan TK Kita, kedaung, pamulang.
Irine berharap dengan adanya Cooking Kids ini, minat anak untuk memasak menjadi lebih besar lagi. “ya dengan adanya Cooking Kids , semoga saya bisa mendidik dan memberikan ilmu yang saya dapat untuk generasi selanjutnya, “imbuhnya perempuan berkacamata itu.
Dengan segala aktivitasnya saat ini Rozi safari–sang suami , sangatlah mendukung hobi Irine . Itu membuat Irine lebih termotivasi lagi dibidang masak memasak . Saking cintanya dengan dunia Tataboga , Irine mulai ternyata mengajarkan anak- anaknya janeeta Safira Kharunnisa(4) dan sikecil Latifah Sidqiyah Kharunnajah (10 bulan) agar kelak bisa meneruskan apa yang sudah didapatnya saat ini.
Sementara untuk jurusan Tataboga diTangsel , Irine berharap, SMK yang ada di Tangsel yang memiliki program jurusan Tataboga (Patiseri) Lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah. baik itu dari segi fasilitas untuk praktek maupun ruangan untuk Lab Patiseri itu sendiri.
Karena dari tahun ke tahun minat murid Patiseri semakin banyak. “Harapan saya, semoga mendapat perhatian lebih dari pemerintah . Karena fasilitas untuk praktek sangat kurang, dengan minat murid dari tahun ke tahun semakin bertambah terus, “tutup salah satu guru di SMKN 1 Tangsel ini.(cr5/sam)



