PROGRAM BUDAYA POSITIF
Filosofi Ki Hajar Dewantara (KHD) yang mendasari penerapan kurikulum merdeka merupakan Azazi Pedidikan Manusia Seutuhnya. Dengan pembelajaran yang menyenangkan dan berfokus pada potensi yang dimiliki murid dapat menjadi tahap awal guru dalam mendesain pembelalaran dikelas dan sekolah dalam membentuk ekosistem yang baik dan nyaman sehingga murid-murid baik dikelas maupun dilingkungan sekolah dapat tergali potensi diri, minat dan bakatnya secara konfrehensif.
Sehingga apabila kondisi senang dan nyaman diatas terus terjaga dalam suatu ekosistem sekolah baik terhadap siswa, guru, dan seluruh warga sekolah, maka pendidikan disekolah tersebut mampu menangkal budaya-budaya negatif baik yang datangnya dari dalam maupun dari luar.
Penerapan budaya positif yang bersumber dari filosofi KHD mampu memberikan pengaruh yang kuat kepada internal sehingga akan membentuk karakter positif, berbudi pekerti dan berakhlak mulia. Dan harapan terwujudnya Pelajar Profil Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia tercapai.
Dalam menanamkan budaya positif di SMK Negeri 1 Tangerang selatan dilakukan dengan aksi nyata yang kolaboratif melibatkan seluruh warga sekolah. Dan sejak tahun 2021 sudah menerapkan kurikulum merdeka seiring dengan memperolehnya bantuan program SMK Pusat Keunggulan (PK) dan didukung dengan adanya 5 (lima) guru penggerak angkatan 6 yang ada dalam membantu memperkuat konsep program budaya positif disekolah.
Hasil kolabaratif tersebut menghasilkan suatu program unggulan yang akan diterapkan mulai tahun pelajaran 2023/2024. Program Budaya Positif “KiBBaSS” singkatan dari “Kita Bisa Batasi Sampah Sekolah”, yang telah disosialisasi kepada seluruh warga sekolah pada satu semester sebelumya, yaitu semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Program Budaya Positif “KiBBaSS” ini terbagi atas 5 kegiatan ;
- LiSA ; lihat sampah ambil, kegiatan ini memang sederhana namun berat dilakukan, budaya positif ini harus rutin dilakukan oleh seluruh warga sekolah agar menjadi karakter shg kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah bisa terwujud. Dan berharap karakter tersebut dapat diterapkan dlm kehidupan sehari baik disekolah maupun diluar sekolah.
- Gelang Raber ; gerakan pulang rapih bersih, budaya positif inj dilakukan baik oleh siswa maupun guru dan karyawan, sebelum pulang. Untuk siswa dibuat jadwal piket untuk merapihkan dan membersihkan kelasnya masing masing setelah kbm selesai, mematikan kipas angin atau lampu, dan peralatan listrik lainnya, dan mengunci pintu kelasnya sebelum meninggalkan kelas/sekolah sehingga kebersihan dan kerapihan terjaga dan besok pagi hari berikutnya keadaan kelas nyaman dan siap untuk belajar kembali.
- Mewah Prima, membawa wadah pribadi masing-masing, wadah tersebut berupa tempat makan dan botol air minum, Kegiatan ini dilakukan untk membatasi atau mengurangi sebaran sampah terutama sampah plastik dan kertas di lingkungan sekolah, selain juga untuk sarapan pagi dapat juga digunakan untuk makan siangnya. Baik siswa, guru, karyawan dapat menggunakan wadah pribadi tersebut untuk jajan atau membeli makanan atau minuman dari kantin. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah keluarnya bakal sampah yang dibawa keluar dari kantin.
- Ngariyung, atau makan bersama, kegiatan ini dapat dilakukan saat istirahat makan siang bersama teman-teman sekelasnya bersama walikelas atau guru lainnya, hal ini diperlukan untuk menambah keakraban dan kekompakan kelas. Menambah ikatan batin dan kebersamaan yg lebih mendalam. Masing-masing pastinya membawa makanan dan minuman dalam wadahnya dng variasi menu yang beraneka sehingga bisa saling berbagi satu dengan lainnya. Suasana kekeluargaan terasa saat itu.
- Be-eS ; atau Bank Sampah, program memberdayakan sampah plastik kertas, atau lainnya untuk dikelola, pilah dan pilih shg dapat memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kreatifitas karya dari sampah.
Saat ini program KiBBaSS masih terus disosialisasikan dan penerapan bertahap sambil memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah sekaligus melakukan kegiatan evaluasi agar pada waktunya nanti program ini berjalan dengan lancar dan efektif. Kegiatan sosialisasi dilakun dengan berbagai cara termasuk diantaranya membuat poster-poster yang melibatkan murid, dan juga video-video pendek akan yang kami sebar ke youtube, facebook, Instagram, dan tiktok.
Diharapkan dengan penerapan budaya positif disekolah, dapat juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dirumah dan lingkungan masyarakat. Marilah kita banyak melakukan kebaikan demi masa depan generasi bangsa kita untuk Indonesia jaya. (A. Marta Nurdin S., S.T., M.Pd.)




