{"id":10202,"date":"2022-08-14T06:40:19","date_gmt":"2022-08-13T23:40:19","guid":{"rendered":"http:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/?p=10202"},"modified":"2022-08-23T10:44:01","modified_gmt":"2022-08-23T03:44:01","slug":"smk-negri-1-kota-tangerang-selatan-bersama-dp3akb-bidang-pppa-menandatangani-komitmen-bersama-sekolah-aman-nyaman-dan-bebas-perundungan-bullying","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/?p=10202","title":{"rendered":"SMK NEGRI 1 KOTA TANGERANG SELATAN BERSAMA DP3AKB BIDANG PPPA MENANDATANGANI KOMITMEN BERSAMA SEKOLAH AMAN, NYAMAN DAN BEBAS PERUNDUNGAN (BULLYING)"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"KOMITMEN BERSAMA CIPTAKAN SEKOLAH AMAN NYAMAN BEBAS BULLYING\" width=\"600\" height=\"338\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/mphmT6TMJj4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"613\" height=\"231\" src=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10203\" srcset=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-1.jpg 613w, https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-1-300x113.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 613px) 100vw, 613px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berdasarkan\nUndang-Undang No. 35 Tahun 2014 yang merupakan Perubahan atas Undang-Undang No.\n23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 9 Ayat (1a) yang menyebutkan :\nSetiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan\nseksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga pendidik, sesama\npeserta didik, dan atau pihak lain. Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang\npencegahan dan Penanggulangan Tindak kekerasan di Lingkungan Satuan pendidikan.\nSMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan sebagai SMK Pusat Keunggulan berupaya\nmelakukan tindakan preventif atau pencegahan terhadap tindakan kekerasan yang\nterjadi di lingkungan sekolah. Upaya tersebut di aktualisasikan dalam program pencegahan\nperundungan (<em>bullying<\/em>) dan tindak\nkekerasan berkerjasama dengan DP3AKB bidang PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan\nPerlindungan Anak) yang dilaksanakan pada hari senin, 8 Agustus 2022.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10204\" width=\"494\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-2.jpg 434w, https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-2-300x246.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 494px) 100vw, 494px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Kegiatan sosialisasi program pencegahan perundungan (<em>bullying<\/em>) dan tindak kekerasan di awali dengan pembacaan Do\u2019a, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan Ketua Panitia yang di sampaikan oleh Arif Prio Wibowo, S.Pd., M.Pd. dan sambuatan dari Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Tangerang&nbsp; Selatan Abdul Marta Nurdin S, S.T., M.Pd. dalam sambutannya kepala sekolah menekankan pentingnya upaya pencegahan terhadap kekerasan apapun yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah. Kepala Sekolah juga menghimbau agar tidak ada siswa siswi SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan yang menjadi pelaku <em>Bullying.<\/em> Dalam kesempatan ini sekolah bersama DP3AKB bidang PPPA yang diwakili oleh ibu Hartina Hajar dan Mas Deni melakukan penanda tangannan komitmen bersama tentang Sekolah Aman, Nyaman dan Bebas Perundungan. Kegiatan di lanjutkan dengan penandatangan yang di wakili oleh guru dan beberapa siswa SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"592\" height=\"331\" src=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-3.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10205\" srcset=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-3.jpg 592w, https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-3-300x168.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 592px) 100vw, 592px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sosialisasi\nprogram pencegahan perundungan (<em>bullying<\/em>)\ndan tindak kekerasan, sekolah menggandeng DP3AKB bidang PPPA sebagai Narasumber\nuntuk memberikan pengarahan terkait pencegahan tindak kekerasan. Mas Deni\nsebagai duta dari DP3AKB menyampaikan materi tentang apa itu <em>bullying<\/em>, peran apa saja yang ada dalam aksi\n<em>bullying, <\/em>selain pelaku dan korban\nternyata ada peran tengah yang dalam istilah psikologi dikenal dengan sebutan <em>bystander<\/em>. <em>Bystander<\/em> atau saksi mata menyadari kejahatan pelaku <em>bullying<\/em>, tetapi tidak tahu cara yang\ntepat untuk menghalanginya. Keberadaan <em>bystander<\/em>\nyang tidak melakukan apa-apa dapat mengakibatkan tindakan <em>bullying<\/em> semakin menjadi-jadi. Narasumber juga menjelasakan tentang\nbentuk-bentuk perundungan yang mungkin terjadi pada remaja, saat ini <em>bullying<\/em> tidak hanya dalam bentuk\nkekerasan secara fisik, psikis, seksual dan penelantaran namun yang paling\nbanyak terjadi saat ini adalah <em>cyberbullying<\/em>\nyaitu tindakan perundungan yang dilakukan di dunia maya melalui berbagai media\nsosial yang ada.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-4.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10206\" width=\"562\" height=\"318\" srcset=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-4.jpg 504w, https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-4-300x170.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 562px) 100vw, 562px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Ibu\nHartina Hajar, S.KM., M.Kes. &nbsp;Sub koordinator\nSeksi Perlindungan Perempuan dari D3PAKB menyampaikan pengalaman beliau ketika\nbersekolah, saat itu beliau mendapatkan tindakan <em>bully<\/em> dari teman-temannya, namun hal tersebut beliau jadikan\nmotivasi dan semangat untuk belajar lebih giat sehingga beliau berhasil menjadi\npramugari di salah satu maskpai penerbangan Indonesia. Beliau mampu membuktikan\ndan mematahkan <em>bullyian<\/em> yang pernah\ndilakukan oleh teman-temannya dengan keberhasilan yang dicapai hingga saat ini.\nDari <em>sharing<\/em> pengalaman yang berikan\noleh ibu Hartina siswa siswi SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan dapat\nmelakukan refleksi bahwa kita harus dapat merespon positif apapun yang menjadi\ntantangan kita saat ini, diejek oleh teman, di remehkan, dikucilkan apapun itu\nkita tidak boleh merasa kecil hati apalagi sampai merasa terpuruk dan depresi.\nBuktikan pada mereka (pelaku <em>bully<\/em>)\nbahwa kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan terus menggali dan\nmengoptimalkan potensi yang kita miliki.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-5.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10207\" width=\"541\" height=\"385\" srcset=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-5.jpg 450w, https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/bullying-5-300x213.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 541px) 100vw, 541px\" \/><\/figure><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 yang merupakan Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 9 Ayat (1a) yang menyebutkan : Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga pendidik, sesama peserta didik, dan atau pihak lain. Permendikbud No. 82 Tahun &hellip; <a href=\"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/?p=10202\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-10202","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-text"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10202"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10202\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10220,"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10202\/revisions\/10220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smkn1tangsel.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}